Dari Anas bin Malik ra : "Ketika kami dan Rasulullah saw keluar dari masjid, tiba-tiba seseorang menemui kami di dekat pintu masjid, lalu bertanya, 'Ya Rasulullah, kapan kiamat itu (akan tiba)?'
Rasulullah saw kemudian bertanya, 'Apa yang sudah engkau persiapkan untuk menghadapinya?' Anas berkata, 'Orang tersebut seakan menunduk.' Kemudian orang tersebut berkata, 'Ya Rasulullah, aku tidak pernah menyiapkan dalam bentuk shalat, puasa dan bersedekah yang banyak, namun aku hanya mencintai Allah dan Rasul-Nya.' Rasulullah bersabda, 'Engkau akan bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.' ( Imam Bukhari, hadits nomor 6171, fathul bari, jilid X, Imam Muslim hadits nomor 2639).
Anas ra berkata: 'Setelah kami memeluk Islam, tidak ada yang sangat menggembirakan hati kami selain sabda Nabi saw, 'Sesungguhnya engkau akan bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.' (Imam Muslim, hadits no 2639)
Mengapa para shahabat Rasulullah saw begitu gembira dengan hadits ini sampai mereka mengibaratkan belum pernah menemukan kegembiraan sekecil apapun setelah memeluk Islam melebihi kegembiraan mereka setelah mendengar hadits ini?
Mengapa?
Ternyata, karena mereka diberitahu bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan benar, dapat mengangkat kedudukan seseorang sedemikian tingginya meskipun amal-amalnya belum sampai kepada kedudukan tersebut. Meskipun amalnya masih bertabur penyakit, kelemahan dan kekurangan, namun dengan cinta yang benar, bisa mengangkatnya ke tempat yang boleh jadi sulit diraih angan-anganya, serta kemuliaan yang sulit digapai oleh kedudukannya. Oleh karena itu, perawi hadist ini, Anas bin Malik berkata: "Aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu BAkar dan Umar, dengan harapan semoga kelak aku bersama mereka, meskipun aku tidak pernah melakukan layaknya perbuatan mereka. (Shahih Muslim, hadist no 2639)
Ibnul Qayyim berkata: ' (Inilah) kedudukan yang diperebutkan oleh mereka yang berlomba kepada kebaikan dan menjadi kepribadian orang-orang yang beramal.....
Demi Allah, ada suatu kaum telah melewati para pejalan kaki, padahal mereka hanya tidur di atas punggung kuda, dan bermil-mil mereka lintasi kendaraan padahal perjalanan mereka terhenti. Siapakah yang berjalan, seperti jalanmu yang manja... Yang berjalan perlahan namun tiba pertama..." (Madarijus Salikin Baina Manazil...jilid 3)
Betapa indahnya.... Ternyata dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya...
Mencintai para shiddiqin...
Mencintai para syuhada...
Mencintai para sholihin...
Mencintai mereka yang berjuang di jalan-Nya...
Mencintai mereka yang mengadaikan hidup dan matinya untuk-Nya...
Mencintai mereka semua karena-Nya....
Dapat mengangkat derajat demikian tingginya....
Meskipun kita belum mampu seperti mereka....
Namun bukan berarti ini mencoba memisahkan antara cinta dengan amal....Tidak!
Seperti halnya setiap amal yang tidak disertai cinta, maka amal tersbut tentulah tanpa gairah dan ruh...
demikian pula setiap ucapan cinta tanpa bukti amal... hanyalah lamunan belaka....
Karena itu...buktikan cintamu pada mereka...
ingatlah mereka dalam kesendirianmu...
ingatlah mereka dalam do'a - do'amu...
ingatlah mereka dalam rezkimu...
mereka... orang-orang shaleh...
orang-orang yang benar...
orang-orang yang menyabung nyawa untuk agama-Nya..
Yang terasing dalam kesendirian mereka...
Rasulullah saw bersabda: "Allah Azza wa Jalla menjumpaiku-yakni dalam tidurku- kemudian berfirman kepadaku,
'Wahai Muhammad, katakanlah, 'Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu, serta (mencintai) perbuatan yang mengantarkan aku untuk mencintai-Mu."
( Ibnu Khuzaimah, Imam Thabrani, Imam Ahmad, Al-Hakim dan Turmudzi).
(Sumber tulisan dari ASA)